“Ketika proses pembelajaran dilakukan dengan menyenangkan, saat terjadi perpindahan anak dari TK masuk ke SD harapannya akan terjadi transisi yang halus, tidak langsung dihadapkan pada konsep yang berat, supaya anak tidak merasa terbebani,” ujarnya.
Sementara itu perwakilan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendikbud Ristek Dwi Widiyanti mengatakan, proses belajar mengajar di PAUD dan pendidikan dasar kelas awal harus selaras dan berkesinambungan, karena setiap anak memiliki hak untuk dibina agar mendapatkan kemampuan fondasi yang menyeluruh.
“Kemampuan fondasi yang perlu dikuatkan pada masa PAUD dan SD tahap awal mencakup nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial dan bahasa, kematangan emosi yang cukup, pemaknaan belajar yang positif, pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri, serta kematangan kognitif yang cukup,” terangnya.
Keenam fondasi pendidikan tersebut, lanjut Dwi, perlu dikuasai oleh anak dan diajarkan oleh satuan pendidikan, serta dibangun secara berkelanjutan mulai dari PAUD hingga SD agar anak tidak memiliki persepsi bahwa sekolah hanyalah belajar mengenai baca, tulis dan hitung. (*)
