Sedangkan jumlah penderita kanker mulut rahim atau serviks sebanyak 1.545 kasus, dan pada 2022 menjadi 2.444 kasus atau meningkat 57,9 persen.
“Data Dinkes Jateng hingga September 2023, cakupan tes IVA mencapai 3,8 persen. Ini memerlukan kerja sama pemerintah dan elemen masyarakat untuk menggerakkan, serta memberi edukasi masyarkaat agar mau memeriksakan secara berkala sebagai pencegahan penemuan dini kanker,” imbuh Shinta.
Direktur Utama RSUP dr Kariadi Semarang Farichah Hanum mengatakan, kanker mulut rahim dan payudara adalah penyakit yang menjadi fokus penanganan pemerintah. Ini karena, tingkat kematian dan tingkat kesakitan yang tinggi.
“Kanker ini, angka mortalitasnya (kematian) tinggi dan morbiditasnya (kesakitan) tinggi juga alokasi pembiayaannya juga sangat tinggi. Untuk itu kolaborasi sejak awal untuk pastikan kepedulian terhadap sembilan penyakit, terutama kanker jadi yang utama,” jelasnya.
Menurut Hanum, kegiatan pemeriksaan pada tahap awal sangat membantu menurunkan jumlah morbiditas kanker tersebut. Untuk itu, ia mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, agar skrining melalui IVA test dan Sadanis dilakukan.
