Meski demikian, ujar Yuni, dari 25 Puskesmas tersebut masih ada beberapa Puskesmas yang masih memerlukan perhatian khusus. Seperti, Puskesmas Tanon II yang belum dibangun, dan Puskesmas Masaran II yang belum representatif karena kebanjiran saat musim hujan.
“Ini menjadi PR bagi kedua Puskesmas, dan dIharap menjadi perhatian,” terang Yuni.
Kepala Dinas Kesehatan Sragen, Udayanti Proborini mengatakan, gedung baru Puskesmas Sragen Kota memiliki dua lantai pada lahan seluas 1.124 meter persegi.
Pembangunan gedung menghabiskan anggaran sebesar Rp4,948 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bidang kesehatan tahun 2023. Pengerjaannya selama 180 hari mulai 23 Juni -19 Desember 2023.
“Harapan kami, Puskesmas ini bisa lebih representatif serta bisa lebih memotivasi para tenaga medis di Puskesmas Sragen, agar semakin memberikan pelayanan yang berkualitas, dan pelayanan yang telah sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan,” ucapnya.
