“Oleh sebab itu, kami menumbuhkan sikap awareness (kesadaran) dalam menghadapi dinamika tersebut. Simulasi ini rutin dilaksanakan setiap tahun, semoga ke depan dapat berlangsung secara rutin, dan mungkin dapat ditingkatkan frekuensinya agar lebih baik,” ujar Novrizal.
Adapun pelaksanaan simulasi dimulai adanya demontrasi di depan kantor PT PLN yang dilanjutkan adanya ancaman teror bom. Kemudian penanganan kebakaran, sterilisasi lingkungan PLN oleh unit K-9 Polres Semarang, evakuasi korban hingga pengamanan tersangka teror.
Setelah kegiatan tanggap darurat ancaman keamanan dan ketertiban masyarkat (Kamtibmas), dilanjutkan simulasi penanganan bencana alam gempa bumi dan kebakaran yang dipandu oleh BPBD dan Damkar Kabupaten Semarang. (dhi)
