Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti menjelaskan, Taman Budaya Embung Giwangan yang luas keseluruhannya 3,5 hektar akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan seni budaya masyarakat, yang bisa digelar di luar ataupun dalam ruang.
“Untuk luar ruang ini ada ampiteater yang akan beroperasi mulai 2024 dan Graha Budaya yang juga akan mulai dibangun, masing-masing kapasitasnya 500 orang. Pemanfaatannya untuk festival budaya, pameran juga galeri seni, serta aktivitas lain bagi masyarakat yang bisa mendorong peningkatan perekonomian dan pelestarian seni budaya,” jelasnya.
Yetti juga menyampaikan di tahun 2024 Taman Budaya Embung Giwangan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Utamanya pada bagian entrance untuk mini gallery, meeting room juga ampiteater untuk kegiatan pentas seni budaya. (*)
