YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta terus berupaya melestarikan nilai-nilai adat dan tradisi sebagai peninggalan dan warisan dari leluhur salah satunya melalui upacara adat daur hidup mitoni. Kegiatan Workshop Upacara Adat Daur Hidup Mitoni dilaksanakan di Alana Hotel, Senin 19 Februari 2024.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan fase mengandung atau hamil dalam kebudayaan jawa, terdapat banyak adat dan tradisi salah satunya adalah Mitoni atau ketika kehamilan berusia tujuh bulan. Pada hakikatnya, tradisi ini untuk memohon keselamatan bagi si anak dan si ibu agar lancar dalam melewati proses kelahiran serta memohon kebaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar si anak kelak menjadi anak yang berperilaku baik dan berbakti pada kedua orang tua.
“Melalui kegiatan Upacara Adat Daur Hidup Mitoni ini, kami berharap dapat mengedukasi dan mendorong masyarakat untuk turut melestarikan,” ujarnya, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Selasa 20 Februari 2024.
Yetti mengatakan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan kebudayaan dan tradisi yang ada di Kota Yogyakarta. Menurutnya proses pelestarian ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan zaman namun tidak meninggalkan esensi adat tersebut.
“Kami mengajak ibu dan bapak perwakilan dari Rintisan Kelurahan Budaya (RKB), Kelurahan Budaya (KB) dan Komunitas Perias Pengantin se Kota Yogyakarta untuk berpartisipasi agar masyarakat tertarik untuk melestarikan dan bisa jadi untuk meningkatkan perekonomian,” jelasnya.
