YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan pembaharuan terhadap fasilitas dan pengelolaan Taman Budaya Embung Giwangan yang akan menjadi pusat wisata dan ekspresi seni budaya di Jogja selatan. Harapannya, dengan pengelolaan yang sistematis dan terencana dengan baik, Taman Budaya Embung Giwangan dapat memberikan peluang bagi seniman yang ada di Kota Yogyakarta untuk berekspresi tanpa batas.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Yetti Martanti saat memberikan sambutan pada kegiatan FGD ‘Merawat dan Mengemas Buah Peradaban Masyarakat Kota Yogyakarta, Merumuskan Strategis Pengelolaan Taman Budaya Embung Giwangan’ yang diikuti perwakilan seniman se Kota Yogyakarta, di Hotel Forriz Jalan Hos Cokroaminoto pada Selasa 20 Februari 2024.
Yetti mengatakan, Taman Budaya Embung Giwangan didesain sebagai sebuah ruang ekspresi seni dengan berbagai fasilitas seperti panggung terbuka (amphitheater) dengan kapasitas lebih dari 500 penonton, Gedung Entrance yang dapat dimanfaatkan sebagai mini gallery, Gedung Graha Budaya dengan fasilitas Indoor Amphitheater dan Hall Exhibition, serta area sisi barat dan timur embung yang dapat mendukung berbagai aktivitas outdoor.
Meskipun sampai saat ini pembangunan Taman Budaya Embung Giwangan belum sepenuhnya selesai, beberapa fasilitas yang sudah terbangun akan mulai dibuka dan dimanfaatkan pada awal tahun ini.
“Kami berharap keberadaan Taman Budaya ini menjadi lebih dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu pusat aktivitas seni budaya di Kota Yogyakarta,” jelasnya, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Rabu 21 Februari 2024.
