Kemudian juga tentang warga penderita stunting dan kemiskinan ekstrim juga masih banyak ‘pekerjaan rumah’, walaupun yang disampaikan Bupati Semarang capaiannya sudah berada di bawah rata- rata.
Artinya, secara angka sudah lebih baik dari rata- rata provinsi maupun nasional, tetapi mestinya itu ‘zero’. “Semua itu masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ disamping pembangunan infrastruktur dan bidang pendidikan yang juga masih harus terus mendapatkan perhatian,” tegasnya.
Ia mencontohkan untuk program bea siswa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memang sudah banyak diberikan, walaupun masih mengacu pada kemampuan keuangan daerah.
“Namun kita juga masih butuh pemerataan kualitas sarana dan prasarana pendidikan serta persoalan kenakalan remaja juga menjadi bagian penting yang harus diselsesaikan bersama, kekerasan, bullying juga masih menyita perhatian kita,” tegasnya.
Lebih lanjut Bondan menyampaikan, terkait dengan program- program yang telah dilaksanakan tersebut, DPRD Kabupaten Semarang belum menilai tuntas meski dilaporkan sudah mengalami peningkatan.
