“Saya juga berharap agar masyaakat sekitar dapat turut bersinergi dengan baik menciptakan hubungan yang dinamis dalam kebersamaan dan gotong-royong melalui berbagai progam yang diselenggarakan,” katanya.
Ia menuturkan pusdiklat ini akan berperan sebagai tempat transit atau akomodasi bagi kegiatan keagamaan di Candi Borobudur. Usaha dari umat Buddha untuk mendukung Candi Borobudur sebagai pusat wisata religi global tidak hanya tentunya bermanfaat bagi umat Buddha tetapi juga bagi masyrakat luas. Pusdiklat ini juga mendukung keberadaan Candi Borobudur sebagai warisan dunia serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Borobudur.
“Saat melaksanakan ibadah di Candi Borobudur tentunya umat Buddha dapat menikmati paket wisata di lingkungan sekitar candi dengan demikian akan mendorong pertumbuhan pelaku usaha ekonomi kreatif serta meningkatkan toleransi beragama,” katanya.
Kepala Pusdiklat Catra Dinadamo, Biksu Titakwangso menjelaskan catra ini merupakan tugu replika dari catra yang ada di puncak Candi Borobudur, namun karena ini merupakan bangunan baru maka boleh dipasang di lokasi Pusdiklat ini.
Menurutnya, pembangunan tugu catra bagi para tokoh agama dan umat Buddha Indonesia memiliki makna filosofi sebagai objek persembahan surgawi dan sebagai sebagai pelindung. Selain itu manfaat dan tujuannya adalah menjadi salah satu objek bagi umat Budha untuk melaksanakan puja atau untuk melaksanakan penghormatan sebagai simbol bagian dari Candi Borobudur.
