“Penyebab utama antraks adalah spora yang merupakan partikel tahan akan perubahan lingkungan. Di mana hewan ternak yang berpotensi menularkan di antaranya sapi, kerbau, kambing dan domba. Selain itu juga bisa secara kontak langsung dari spora antraks di tanah, rumput atau berasal dari hewan sakit. Lalu kulit, daging, tulang dan darah hewan yang disembelih. Juga bisa karena mengonsumsi daging ataupun produk dari hewan ternak yang sakit antraks,” katanya.
Pihaknya memastikan sampai saat ini di Kota Yogya tidak ada temuan suspect antraks. Kalaupun ada untuk penanganan dan pengobatannya siap. Dengan fokusnya adalah tetap pada pencegahan. (*)
