Mentan Sebut Pompanisasi Solusi Jangka Panjang Tekan Impor Pangan

Mentan Amran juga menyampaikan, bantuan Pompa air Kabupaten Semarang tahun ini jumlahnya mencapai 47 unit, dengan potensi luas sawah tadah hujan yang bakal terairi mencapai 5.318 hektare.

Program pompanisasi ini berpotensi meningkatkan produksi sebesar 26.590 ton atau naik 18.64 persen dari tahun 2023.

Selain bantuan pompa, Kabupaten Semarang tercatat mendapat bantuan alat mesin pertanian lain berupa satu unit traktor roda empat senilai Rp 3,8 miliar. “Bantuan traktor roda dua sebanyak 31 unit, guna meningkatkan produktivitas pertanian,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau pompanisasi di Desa Kalibeji, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada musim kemarau sehingga membutuhkan kesiagaan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Kita ingin mengantisipasi kemungkinan kekeringan dalam jangka panjang, yang akan dimulai –menurut BMKG– Juli, Agustus, September dan Oktober. Sehingga ini bisa diantisipasi dengan pompanisasi di semua Provinsi, agar produktivitas kita tidak turun” jelas Presiden Jokowi.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *