Gerakan Fatayat Cerdik: Langkah Nyata Fatayat NU Jateng Cegah Kanker Serviks

Namun, Iin mengakui adanya kendala dalam memanfaatkan fasilitas BPJS untuk pemeriksaan pap smear.

Beberapa fasilitas kesehatan mensyaratkan adanya gejala sebelum memberikan rujukan untuk pemeriksaan gratis, padahal deteksi dini sangat penting.

“Untuk memanfaatkan fasilitas BPJS, beberapa fasilitas kesehatan mensyaratkan harus ada gejala dahulu. Ini menjadi kendala karena skrining rendah berkontribusi pada tingginya angka kematian dan kesakitan,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat mempermudah akses layanan BPJS untuk pemeriksaan pap smear gratis.

Acara peluncuran Gerakan Fatayat Cerdik diadakan secara offline dan online, diikuti oleh kader dan masyarakat umum secara offline, serta oleh para pengurus 37 cabang se-Jawa Tengah secara online.

PW Fatayat NU Jawa Tengah menargetkan 4.000 kader Fatayat NU se-Jawa Tengah akan mendapatkan layanan pap smear hingga akhir tahun 2024.

Gerakan Fatayat Cerdik diharapkan dapat memberikan dampak positif dan signifikan dalam upaya pencegahan kanker serviks di Jawa Tengah.***

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *