YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota Yogyakarta mengupayakan keamanan data dan informasi untuk mencegah malware pada layanan digital. Terutama pada pelayanan publik terpadu Pemkot Yogyakarta di aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Upaya itu mulai dari meningkatkan keamanan di pusat data hingga melakukan penyandian atau enkripsi data-data yang tersimpan.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogyakarta Ignatius Trihastono dalam ranah digital baik malware hingga ransomware adalah sesuatu yanga alamiah pasti terjadi. Namun bagaimana penyelenggara melakukan langkah-langkah untuk meminimalisir dampak-dampak yang bisa terjadi.
Ia menyatakan, JSS digunakan oleh semua perangkat ASN dan non ASN Pemkot Yogyakarta serta masyarakat. Untuk itu ada langkah-langkah yang harus diambil baik dari sisi teknologi dan tata kelola untuk mencegah malware pada layanan tersebut.
“Kota Yogyakarta menempatkan penyimpanan data lebih dari satu tempat. Kita memiliki lebih dari satu backup untuk upaya pengamanan atas data dan informasi yang tersimpan,” kata Trihastono, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Kamis 4 Juli 2024.
Disampaikan, harus disadari bersama bahwa pemanfaatan potensi digital secara tinggi maka semakin tinggi pula risiko-risikonya. Oleh sebab upaya memperbarui teknologi dan kemampuan sumber daya manusia juga dilakukan. Termasuk mengubah perilaku pengguna untuk mendukung keamanan data dan informasi.
