Aksi Borong Sayur Petani: Upaya Pemkab Purbalingga Stabilkan Harga dan Bantu Petani Lokal

“Penjualan langsung seperti ini membantu petani mendapatkan harga lebih tinggi daripada melalui tengkulak, sehingga baik petani maupun konsumen sama-sama diuntungkan,” katanya.

Senada dengan itu, Siswandi dari Gapoktan Giri Mulyo Kutabawa menjelaskan bahwa stok sayuran yang melimpah akibat kemarau basah menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya harga.

Ia berharap kegiatan seperti ini bisa meningkatkan harga di pasaran, sekaligus membantu para petani untuk mendapatkan keuntungan yang layak.

Supini, warga Kalikabong yang turut memborong sayuran mengaku senang dengan adanya acara ini. “Sayurannya bagus dan murah, semoga kegiatan seperti ini sering diadakan supaya warga senang dan petani makin makmur,” ujarnya.

Selain aksi borong sayur, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purbalingga juga berpartisipasi dengan gerakan pasar murah, menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras SPHP seharga Rp11.500/kg, telur Rp24.500/kg, dan minyak goreng Minyak Kita Rp15.750/liter. Semua komoditas yang disediakan, termasuk 5 ton beras SPHP, berhasil habis terjual dalam waktu singkat (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *