Ada beberapa indikator penilaiannya antara lain terkait komitmen, dukungan anggaran, dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kader kesehatan di kelurahan.
Kemudian, dukungan terhadap Posyandu dan program-program kesehatan, implementasi pemantauan wilayah setempat di tingkat kelurahan melalui Puskesmas Pembantu dan di tingkat RW melalui posyandu, serta adanya inovasi yang mendukung upaya kesehatan primer.
“Inovasi yang diusung oleh Lurah Rejowinangun Selatan adalah Karya Penting yang mendukung aksi konvergensi penurunan stunting di wilayah kelurahan dan Kelurahan Rejowinangun Selatan juga menjadi lokus pilot project inovasi Ceting Emas,” imbuhnya.
Istikomah berharap, prestasi ini dapat menginspirasi dan memberikan semangat untuk semua puskesmas dan kelurahan di Kota Magelang dalam mengadopsi kebijakan integrasi layanan primer.
Dia menyatakan, Kota Magelang bisa menjadi yang terdepan dalam transformasi pelayanan primer melalui edukasi masyarakat, pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan peningkatan kapasitas serta kapabilitas pelayanan primer.
