“Syukur-syukur tidak terjadi bencana, karena apabila terjadi bencana itu mahal harganya, juga kasihan masyarakat. Tentu saja masyarakat agar dapat mengantisipasi, misal apabila ada rekahan tanah dan lain sebagainya, maka untuk segera melaporkan, sehingga kita dapat meminimalisasi risiko, dengan mengambil tindakan yang diperlukan, seperti mengungsi dulu” ujar Masrofi.
Menurutnya, bencana di Banjarnegara tidak hanya terjadi beberapa saat, namun sering terjadi. Ia yakin BPBD setempat telah terbiasa menghadapi berbagai kejadian bencana di Banjarnegara, sehingga cepat tanggap.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, Hery Susanto Wibowo, menyampaikan, memasuki musim penghujan, kondisi wilayah Kabupaten Banjarnegara harus diwaspadai.
“Musim hujan tahun ini terjadi pada akhir Oktober, dan puncaknya pada bulan November-Desember, dengan intensitas tinggi dan sangat tinggi atau lebat, dan sangat lebat. Dengan kondisi hujan yang tinggi dan sangat tinggi, akan membawa potensi bencana hidrometrologi baik tanah longsor, banjir, angin puting beliung, petir, angin kencang, dan sebagainya,” bebernya.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Tursiman, menyampaikan tindak lanjut penanganan bencana pada musim kemarau, yang telah dilakukan.
