Perihal infrastruktur jalan, menurutnya, saat ini penambalan lubang sudah selesai 100 persen di jalan provinsi. Untuk tahun depan akan digarap pembangunan jalan sehingga lebih representatif untuk dilalui kendaraan.
Catatannya, jalan yang diprioritaskan untuk dibangun adalah jalur perdagangan antar kabupaten/kota. “Khusus pembangunan jalan, PU (Dinas PU Bina Marga) rapat khusus untuk koneksikan jalan ekonomi yang diprioritaskan. Koneksikan perekonomian di kabupaten dan kota,” ujar bapak 3 anak ini.
Infrastruktur kedua adalah pendidikan. Ia menginginkan tak ada lagi sekolah rusak di tahun 2026, artinya harus selesai renovasinya di 2025.
Kemudian infrastruktur swasembada pangan, salah satunya pembangunan saluran primer, sekunder dan tersier untuk pertanian. Hal ini sesuai dengan program pemerintah pusat untuk swasembada pangan. Keempat, infrastruktur SDM dengan cara penembangan program yang tepat di Balai Latihan Kerja (BLK).
Nantinya, akan ada 160an program Pemerintah Provinsi yang akan disebar di kabupaten dan kota. Melalui program-program tersebut maka bupati/wali kota dan Gubernur bisa berkolaborasi memajukan wilayah.
