Hasto menyadari jika masalah ini tidak didengarkan langsung oleh warga, mungkin tidak akan diketahui secara rinci.
“Dengan Open House ini, kami bisa mendengar langsung aspirasi warga. Tujuan saya sebenarnya ingin mendengarkan masalah-masalah yang dialami oleh publik. Ini sangat penting, karena kadang-kadang masalah pribadi atau situasi tertentu tidak akan terlihat jika tidak ada komunikasi langsung,” tambah Hasto.
Ia berharap, agar kegiatan Open House yang diadakan setiap hari Rabu mulai pukul 05.30 – 09.00 WIB ini bisa menjadi wadah yang efektif bagi warga untuk menyampaikan keluhan dan masukan.Di sisi lain, pemerintah juga dapat merespons dan menyelesaikan permasalahan yang ada dengan lebih tepat sasaran.
“Dengan mendengarkan langsung suara masyarakat, saya percaya dapat tercipta solusi yang lebih baik dan tepat guna untuk memajukan Kota Yogyakarta,” ungkapnya.
Salah satu warga yang juga Ketua Perkumpulan Narasita Perempuan Indonesia, Renny Anggriana Frahesty sangat mengapresiasi open house yang diselenggarakan oleh Wali Kota Yogyakarta.
