“Kedua ini saling beriringan kalau stok tidak ada harga naik atau inflasi, kemudian kalau barang ada tetapi tidak memiliki daya beli berarti deflasi. Harus dijaga pertumbuhan ekonomi kita yang sudah 5,63 persen. Sehingga bisa dipertahankan apalagi menjelang Idul Fitri,” katanya.
Menurutnya, Bulog memiliki stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran. Meski libur panjang kali ini diperkirakan lebih lama dari biasanya, pemerintah tetap mengantisipasi segala kemungkinan agar distribusi berjalan lancar.
“Kita punya Bulog yang skalanya siap dan optimal. Stok cukup sampai Lebaran, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan, dengan adanya pemantauan yang dilakukan hari ini, nantinya pada minggu depan akan dilakukan operasi di empat pasar yang ada di Kota Yogyakarta.
“Kita akan melakukan operasi pasar di Pasar Beringharjo, Prawirotaman, Sentul dan Kranggan. Langkah ini, jadi support ke pedagang untuk kemudian mereka tidak menaikkan harga terlalu tinggi atau di harga wajar. Kemudian akan ada bantuan dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) untuk memasok Minyak Kita di Kota Yogyakarta sebanyak 24 Ton di minggu depan. Semoga ini bisa mencukupi kebutuhan masyarakat kita menghadapi Hari Raya Idul Fitri 2025,” katanya. (*)
