Adapun saat ini, Pemprov mendata setidaknya dibutuhkan sebanyak 3.470 dapur MBG untuk memenuhi kebutuhan sekitar 8juta penerima manfaat. Terdiri dari total siswa 7,9 juta jiwa, ibu hamil sebanyak 439.931 jiwa, ibu menyusui sebanyak 420.638 jiwa; dan anak stunting sebanyak 198.993 jiwa.
“Kepada seluruh lembaga, pondok pesantren, para pengusaha atau sekolah-sekolah yang mau melaksanakan program makan bergizi gratis tolong koordinasi dengan kami di tingkat provinsi,” tandasnya.
Di bawah komando Yasin serta Gubernur Ahmad Luthfi sebagai penasihat, Pokja Percepatan MBG telah memberikan upaya dukungan yakni menilai aset forkopimda dalam peruntukan dapur MBG.
Selain itu melakukan identifikasi potensi distribusi bahan pokok dapur MBG se Jawa Tengah. Di antaranya dapat dilakukan melalui koperasi usaha tani, petani dan peternak, BUMDes penghasil hasil pertanian. (rls)
