“Sejak tahun 1949 sampai tahun 1956 sudah ada perbantuan dari Pemkab Semarang termasuk dokter dan tenaga perawat. Sedangkan suster hanya sebagai tenaga administrasi,” jelasnya.
Kala itu Pemkab Semarang belum memiliki rumah sakit umum daerah. Tanggal 10 April ada imbauan agar pengelolaannya diserahkan ke Pemkab Semarang. Sepekan kemudian pihak Susteran setuju melepaskan pengelolaannya.
“Jadi itulah titik kita untuk menentukan tanggal lahir RSUD Ambarawa,” bebernya.
Hasti berharap penentuan hari lahir RSGM semakin menambah semangat para karyawan, paramedis dan tenaga medis meningkatkan pelayanan mencapai kategori RS strata Madya pada tahun 2027.
Sementara itu, Ketua TACB Kabupaten Semarang, Tri Subekso menyampaikan kajian dokumen sejarah, wawancara dengan suster OSF Ambarawa mengerucut pada 18 April 1956.
Perwakilan Biara Ordo Santa Fransiskus Suster Krista menghargai upaya manajemen RSGM. (rbd)
