“Kita harus kawal dengan baik dan pastikan perjalanan Thudong sampai hari H benar-benar lancar. Terima kasih kepada kawan-kawan Buddha yang tiap tahun menggelar bakti sosial tanpa melihat siapa, tetapi murni karena kemanusiaan,” pungkasnya.
Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Harsono, menyampaikan rasa syukurnya karena bisa diterima langsung oleh Taj Yasin. “Kami sangat bersyukur hari ini bisa diterima, kami selaku panitia Waisak dan Thudong nasional,” ujarnya didampingi Karuna dan Prajna Murdaya serta sejumlah bhante dan pengurus Walubi.
Tanto juga menjelaskan rangkaian kegiatan Waisak akan dimulai sejak 4 Mei dengan karya bakti di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang. Dilanjutkan dengan bakti sosial pengobatan gratis pada 10–11 Mei di Zona 2 Candi Borobudur, yang ditargetkan melayani 7.000–8.000 warga dalam dua hari. Pelayanan meliputi operasi katarak, bibir sumbing, bedah minor, serta layanan dokter gigi, mata, dan umum.
“Beberapa tahun terakhir fokus kami di katarak dan gigi karena layanan umum sudah tercover BPJS,” jelasnya.
Acara puncak Waisak akan berlangsung pada 12 Mei dengan kirab dari Candi Mendut ke Candi Borobudur mulai pukul 14.00, pelepasan lampion pada pukul 21.00, dan detik-detik Waisak pada pukul 23.55.29 WIB.
