Retnaningtyas juga menyatakan pihaknya bekerja sama dengan 16 Puskesmas dan beberapa rumah sakit dan klinik yang dapat melayani KB gratis setiap hari di Kota Yogya. Khusus akseptor yang memilih Metode Operasi Pria (MOP) akan mendapat pengganti biaya hidup Rp satu juta.
“Faskes yang bekerja sama selain Puskesmas ada RSUD Kota Yogya, RS Pramata, RS PKU Muhammadiyah, RS AMC Muhammadiyah, Klinik Firdaus, Klinik Poltekes, PMB Melati, Puri Adisty, RS Bethesda Pusat, RS DKT, Bethesda Lempuyangan Wangi, Klinik Brimedika, Klinik PMI Kota Yogya dan RS Siloam,” imbuhnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemerintah Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono menyampaikan, Gertak KB menjadi langkah strategis dan terintegrasi untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang.
“Pelayanan KB yang berkualitas juga menjadi bentuk upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi penerus, secara terencana, aman dan terjaga kesehatannya, secara jasmani, maupun rohani,” ujarnya.
Sementara itu salah satu akseptor, Maharani Ulfa yang berusia 25 tahun memutuskan untuk mengakses KB Implan karena sudah memiliki 2 anak.
