Luthfi menambahkan, salah satu upaya dalam penanganan banjir dan rob di wilayah Demak dan Kota Semarang adalah jalan tol. Anggaran dari pemerintah pusat senilai Rp10,9 triliun tersebut sudah ada, dan tinggal dieksekusi. Tol itu juga akan difungsikan sebagai giant sea wall. Selain itu, juga akan dibangunkan kolam retensi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menambahkan, perlu dilakukan normalisasi sungai dan penanganan massal untuk mengatasi banjir dan rob di wilayahnya. Sebab, aliran sungainya mengalir di beberapa daerah, baik di Demak, Grobogan, maupun Semarang.
Penanganan itu, lanjut dia, tidak semuanya bisa dilakukan tahun ini, tapi perlu dianggarkan dan dikerjakan secara multiyear. “Tadi ada usulan, di antaranya Sungai Dombo Sayung dan Sungai Pelayaran, yang akan menjadi prioritas kami,” kata wagub.
Selain normalisasi sungai, langkah penanganan juga perlu dilakukan di hulu dan hilir. Penanganan di hilir yaitu dengan penanaman mangrove yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru), Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Perikanan dan Kelautan. Terkait penanganan di hulu, harus melibatkan masyarakat tentang pemberdayaan tanggap lingkungan.
Gus Yasin, sapaan wagub, juga meminta agar di wilayah-wilayah yang sering banjir, selalu tersedia pompa air, agar penangannya bisa dipercepat.
