“Iya (masih proses kajian). Kita tunggu saja. Rencananya bisa menampung 1.000 siswa,” terang Arief.
Berdasarkan rancangan awal dari Kementerian Sosial, sekolah rakyat yang akan didirikan mencakup SD, SMP, SMA dan boarding school (asrama) yang gratis. Sekolah rakyat tersebut kelak mampu menampung hingga 1.000 siswa tidak mampu. Mereka terdiri atas enam rombongan belajar (Rombel) SD, 12 Rombel SMP dan 12 Rombel SMA.
Arief belum bisa memastikan, apakah Sekolah Rakyat tersebut juga akan mempunyai SMK. Meski demikian, dia berharap ada SMK di Sekolah Rakyat. Pasalnya, sekolah itu menyasar warga miskin, sehingga jika mereka tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, para siswa sudah mempunyai bekal keterampilan.
Adapun biaya pendiriannya ditaksir mencapai Rp110 miliar. Sebanyak Rp30 miliar untuk pengadaan mebel, sedangkan Rp80 miliar lainnya untuk pembangunan fisik. (*)
