Usai melewati kawasan pemukiman penduduk saja, dalam rute sejauh kurang lebih dua kilometer ini, pengunjung akan disuguhi pemandangan nan menakjubkan berupa hamparan perkebunan kopi yang masih sangat asri.
“Yang dicari wisatawan ya seperti ini. Jalan trasah batu (makadam-red), bisa jadi satu atraksi dan daya tarik yang unik dan langka. Kalau jalan halus kita kalah dengan kota besar. Justru seperti ini yang diminati,” imbuhnya.
Menariknya, untuk sampai ke lokasi petik kopi perdana tersebut, Bupati Agus mengendarai sendiri mobil jeep offroad dengan didampingi sang istri, Panca Dewi. Bahkan, mereka juga sempat melanjutkan perjalanan dengan berboncengan mengendarai motor trail, lantaran akses lokasi yang terjal, menanjak, dan licin akibat dipenuhi lumpur.
“Ini adalah rute yang menantang adrenalin. Tapi kalau saya sudah biasa, karena saya berasal dari Desa Campurejo, Kecamatan Tretep yang juga memiliki akses hampir serupa,” tandasnya. (*)
