Jamasan Pusaka Pemkot Yogyakarta, Simbol Keteguhan Pemimpin Layani Warga

Ia menyampaikan, sebagai pempimpin dan penyelenggara pemerintahan harus punya sifat “kandhel” yaitu memiliki keteguhan hati, kepercayaan diri dan keuletan dalam melayani masyarakat.

“Harus kuat dan tangguh, tidak mingkuh, tidak pantang menyerah untuk bekerja melayani masyarakat. Termasuk kaitannya dengan upaya pemerintah memenuhi ekspektasi publik dalam memberi kemudahan dan kemurahan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti menjelaskan, Jamasan Pusaka menjadi tradisi Pemkot sebagai refleksi bagaimana pemerintah harus terus berupaya memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat.

“Ini tradisi yang dilakukan satu tahun sekali pada saat bulan Suro, untuk merawat Pusaka yang merupakan pemberian dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, juga punya makna mendalam bagi penyelenggara pemerintah untuk memahami apakah selama ini sudah memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Victor Mukhammadenis Hidayatullah mengatakan, Wijaya bermakna kemakmuran atau kejayaan dan Mukti artinya nyata.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *