Ribuan Pengunjung Hadiri FSY 2025, Perkokoh Yogyakarta Kota Budaya Sekaligus Sastra

Selain itu, lanjutnya, partisipasi 1.465 peserta sayembara puisi nasional yang berasal dari 285 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Yetti menilai partisipasi luar biasa itu menjadi bukti nyata bahwa FSY telah menjadi milik bersama dan dirayakan secara nasional.

“Festival Sastra Yogyakarta ini bukan lagi milik warga Yogyakarta semata. Melainkan telah menjadi ruang bersama yang dicintai lintas wilayah dan generasi. Semoga festival ini terus menjadi ruang temu yang hangat bagi pelaku dan penikmat sastra, tempat di mana kata-kata tidak  atau dituliskan, tetapi juga dirayakan sebagai kekuatan yang menyatukan, menggerakkan dan menginspirasi,” ungkap Yetti.

Sementara itu Sekda Pemkot Yogyakarta, Aman Yuriadijaya menggarisbawahi kepada seluruh masyarakat sastra yang hadir bahwa Bu Yetti menyampaikan harapannya FSY menjadi ruang temu yang menghangatkan. Di ruang terbuka ini mudah-mudahan kehangatan itu betul-betul terasa.

“Kala dengan kehangatan itu maka hadir penyatuan dan yang paling penting adalah hadir kesamaan yang menginspirasi. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut dan rasa kangen masyarakat sastra tetap terjaga dan  kita kembali lagi pada Festival Sastra Yogyakarta tahun berikutnya,” ujar Aman.

Sedangkan Kurator FSY 2025, Ramadya Akmal dan Fairuzul Mumtaz menyerahkan rekomendasi untuk memperkuat ekosistem sastra di Yogyakarta hasil focus group discussion 30 komunitas sastra kepada Pemkot Yogyakarta. Rekomendasi itu antara lain peningkatan program dan sosialisasi terkait bantuan pendanaan dari pemerintah, sehingga komunitas sastra dapat menyerap pendanaan dengan optimal, perluasan dan fasilitasi publikasi komunitas sastra.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *