Dia mengungkapkan, PAUD di Jawa Tengah memiliki banyak tantangan. Salah satunya, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD pada 2024, berdasarkan data BPS, hanya 47,65 persen. Selain itu jumlah anak yang terlayani PAUD masih di angka 14,31 persen.
“Kita semua harus bergerak bersama-sama dengan langkah-langkah strategis agar APK ini paling tidak mendekati 60 persen, atau harapannya ke 70 persen,” pinta Nawal yang juga Bunda Literasi Jateng tersebut.
Dia berharap, seluruh pihak dapat bersinergi dalam mewujukan PAUD holistik integratif di Jawa Tengah. Mulai dari Bunda PAUD provinsi dan 35 kabupaten/kota, pemerintah daerah, organisasi mitra, dan juga seluruh lembaga PAUD.
“Saya berharap kegiatan ini akan memberikan pemanfaatan yang luas dan signifikan, dalam pengeolaan dan penyelenggaraan pengembangan layanan PAUD holistik dan integratif di Jawa Tengah,” tandas Nawal. (*)
