“Paradigma lama bahwa pejabat atau ASN adalah priyayi yang harus dilayani kini telah bergeser. ASN adalah pelayan masyarakat. Jabatan yang diemban harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan pengabdian,” tandasnya.
Pelantikan pejabat kali ini menjadi yang pertama di era kepemimpinan Bupati Fahmi dan Wakil Bupati Dimas. Bupati menegaskan bahwa proses pelantikan telah mengedepankan prinsip meritokrasi, sebagai bagian dari komitmen dalam mendorong reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Ini menjadi langkah awal (starting point) yang baik. Setelah penataan ini, kami bersama TPK dan tim pansel akan segera membuka seleksi terbuka untuk jabatan tinggi pratama yang belum terisi. Secara berurutan juga akan dilakukan pengisian jabatan di level administrator hingga pengawas,” jelas Bupati.
Ia berharap, dengan terisinya seluruh jabatan oleh orang-orang yang kompeten dan sesuai bidangnya, struktur organisasi perangkat daerah (OPD) akan semakin ideal.
Pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, Sekda Herni Sulasti, Wakil Ketua DPRD Purbalingga Aman Waliyudin, jajaran asisten, kepala OPD, kabag dan camat se-Kabupaten Purbalingga. (rls)
