“Mboten ngertos kinging napa lengen kula, menawi gendeng napa reng (tidak tahu kena apa lengan saya, mungkin genting atau kayu kerangka atap),” ungkapnya.
Longsornya talud mengakibatkan bangunan dapur dan bangunan utama rumahnya hancur. Hanya bangunan bagian depan rumah yang tersisa.
Kabid Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Semarang, Mediarso Tri Soelistyo mengatakan di beberapa lokasi dilaporkan ada genangan air dan longsor akibat hujan deras pada Rabu siang. Namun yang paling parah rumah Jasan di Dusun Siroto.
“Talud yang longsor tingginya delapan meter, panjangnya sekitar sepuluh meter. Pemilik rumah sudah dievakuasi ke rumah kerabatnya,” ujarnya.
Mediarso menyampaikan, pihaknya akan melakukan asesmen dan membuat laporan untuk pengajuan bantuan sosial kebencanaan tahap 4 Kementerian Sosial melalui BPBD Kabupaten Semarang. Selain itu, BPBD juga akan meneruskan ke instansi terkait, seperti DPU, Puskesmas, PMI dan Dinsos Kabupaten Semarang. (rbd)
