Menurutnya, membangun daerah tidak akan cukup mengandalkan APBD atau APBD saja, tapi juga kontribusi dari sektor investasi. Realisasi investasi Jateng sampai triwulan III 2025 sudah mencapai Rp66,13 triliun.
Maka, Luthfi mendorong dikembangkannya konsep aglomerasi dalam berbagai sektor. Artinya daerah-daerah di setiap ekskaresidenan di Jawa Tengah, perlu bekerja sama dengan daerah-daerah di sekitarnya, baik dalam hal ekonomi, pariwisata, maupun sektor lainnya.
“Di Jawa Tengah itu ada enam eks karesidenan. Kami dorong untuk adanya aglomerasi untuk menumbuhkan ekonomi baru,” jelasnya.
Bahkan, kolaborasi tersebut juga dilakukan dengan provinsi-provinsi lain. Misalnya Provinsi Jawa Tengah sudah menjalin kerja sama dengan Kepulauan Riau, Lampung, Maluku Utara, Jawa Timur, dan lainnya. Kerja sama tersebut mencakup investasi, UMKM, ketahanan pangan, dan BUMD. (*)
