17 Januari Ada Pentas Sendratari Babad Fort Willem I Ambarawa

UNGARAN, Cakram.net – Sebuah karya seni perpaduan seni drama dan tari bertajuk Sendratari Babad Fort Willem I bakal digelar di Area Grha Mandala Cipta, kawasan wisata Fort Willem I (Benteng Pendem) Ambarawa pada Sabtu 17 Januari 2026. Pertunjukkan ini digelar oleh Sanggar Kemrincing Art dan Sanggar Nayanika, bekerja sama dengan The Lawu Grup selaku pengelola kawasan Fort Willem I dan didukung Sanggar Hanoman Art.

Sendratari tersebut akan mementaskan sejarah perang di Ambarawa. Koreografer sendratari adalah Ino Sanjaya, aranger musik oleh Alrest Kentung dan tim Nayanika, sedangkan penulis naskah sekaligus sutradara oleh Awig Soedjatmika.

Ino Sanjaya mengaku dirinya menggarap koreografi sendratari Babad Fort Willem I selama dua bulan. Sendratari melibatkan puluhan penari dari sanggarnya, mulai dari pelajar SD sampai SMA.

“Ada 30-an anak yang nanti akan pentas. Sendratari Babad Fort Willem I akan mementaskan garis beras sejarah perang di Ambarawa,” ungkap pemilik Sanggar Kemrincing di Grha Mandala Cipta, komplek wisata Fort Willem I, Senin 12 Januari 2026.

Kata Ino, pihakya sudah menyiapkan kostum dan gerak tari yang diambil dari gerak tari tradisional. “Pemilihan gerak tari tradisional ini sebagai upaya nguri-uri seni tari tradisi,” ujarnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *