Pemilik Sanggar Nayanika, Alrest Kentung menambahkan iringan musik selama pementasan sendratari adalah kolaborasi dengan musik orkestra. Selain itu, ada band dari Nayanika. “Personelnya kebanyakan pelajar yang memang punya keahlian di bidangnya,” imbuhnya.
Sementara perwakilan The Lawu Grup, Marsono menyampaikan keberadaan Grha Mandala Cipta di kawasan Fort Willem I bisa menjadi tempat ditempanya anak-anak muda untuk lebih berkreasi. “Ini sebagai wadah dan sarana pengembagan seni budaya di Kabupaten Semarang. Kita harus mengampanyekan budaya kita sendiri,” ujarnya.
Kabid Promosi Pariwisata Disparta Kabupaten Semarang, Endrastuti menyataka disparta mendukung event Sendratari Babad Fort Willem I Ambarawa, karena bisa menambah daya tarik wisatawan. Bahkan pentas seni telah masuk kalender event pariwisata Kabupaten Semarang tahun 2026.
“Fort Willem I Ambarawa menjadi magnet baru bagi wisatawan datang ke Kabupaten Semarag. Harapan kami pertunjukkan sendratari bisa digelar rutin nantinya,” katanya. (rbd)
