“Selama ini kita banyak dibantu oleh Bank Indonesia (dalam proses kurasi), tetapi dengan hadirnya CJTEC, pelaku UMKM juga nanti bisa memahami karakteristik pasar seperti apa,” imbuh Nawal, dilansir dari jatengprov.go.id, Sabtu 31 Januari 2026.
Menurut dia, meskipun jumlah pelaku UMKM di Jateng sangat besar, pelaku yang mengikuti pameran maupun ekspor masih terbatas. Harapannya, CJTEC bisa menjadi wadah kurasi, agar produk UMKM memenuhi standar kualitas dan daya saing pasar.
Di samping itu, Dekranasda Jateng juga akan melibatkan CJTEC dalam hal fasilitasi business matching atau ajang temu bisnis, antara pengrajin UMKM dengan calon buyer maupun eksportir.
“Ke depan, kita harus lebih menumbuhkan keberanian UMKM yang masih embrio, supaya naik kelas. Itu PR kita. Kemudian bisnis matching juga harus dilakukan di Dekranasda, nantinya bisa juga dengan CJTEC ini,” ungkap Nawal.
Dia membeberkan, kinerja ekspor nonmigas Jateng terus membaik. Pada periode November 2025, tercatat naik sebesar 14,59 persen dibanding November 2024, atau dari 977,97 juta dolar AS menjadi 1.120,69 juta dolar AS.
