“Waktu rakor pertama, snack ada tapi minum botolan tidak ada. Akhirnya nggak dimakan karena takut seret. Sekarang sudah mulai ada yang ambil minum sendiri, dan nanti terus kita imbau pakai tumbler,” ungkapnya.
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari DPRD Batang. Wakil Ketua DPRD Batang Beny Abidin, menilai imbauan membawa tumbler merupakan langkah konkret dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi perhatian daerah.
Menurutnya, kebijakan tersebut patut didukung dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan gaya hidup lebih ramah lingkungan. “Oh, sangat bagus sekali. Mengurangi sampah, yang di Kabupaten Batang ini memang menjadi persoalan penting. Selain itu juga efisiensi anggaran,” ujar dia. (*)
