Pemprov Jateng–Lampung Teken 11 Kerja Sama, Transaksi Capai Rp 832,3 Miliar per Tahun

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan, banyak misi kerja sama yang dibahas, mulai Organisasi Perangkat Daerah di masing-masing pemerintah provinsi, hingga asosiasi pengusaha.

“Kami berharap ke depan akan ada hubungan kolaborasi yang kuat, serta saling menunjang dan mengangkat antara Lampung dan Jawa Tengah. Kami melihat karakteristik dari dua provinsi ini, baik dari komoditas maupun kebutuhan industri, ke depan akan bisa saling menguatkan,” katanya.

Mirzani menambahkan, Jawa Tengah juga menjadi rujukan dalam hal perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Dalam berbagai kesempatan bertemu dengan perwakilan pemerintah pusat, Jawa Tengah selalu menjadi tolok ukur atau percontohan, terutama terkait investasi dan perkembangan kawasan industri.

“Semua menteri selalu mencontohkan Jawa Tengah, seperti masuknya investasi yang besar, lalu soal keamanan dan dukungan kawasan,” ujarnya.

Adapun di luar 11 kerja sama baru tersebut, Jawa Tengah dan Lampung pada 2025 sudah menjalin kerja sama dalam berbagai bidang. Misalnya Dinas Koperasi dan UKM melalui Mitra Agen dan penjualan ritel, Dinas Sosial melalui layanan pemulangan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Layanan dalam Panti, dan Layanan Rujukan ke Fasilitas Kesehatan, serta Dinas Ketahanan Pangan melalui perdagangan cabai rawit, bawang merah, dan lainnya. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *