Produksi Padi di Jateng Diperkirakan Naik 5,5% pada 2026

Frans menambahkan, surplus pangan di wilayahnya tidak hanya pada komoditas padi, sebanyak sembilan komoditas pangan yang menjadi indikator utama mengalami surplus, kecuali kedelai. Komoditas pangan yang menjadi indikator utama meliputi padi, jagung, cabai, bawang, tebu, kelapa, kopi, kakao dan kedelai.

Meski kedelai tidak mengalami surplus, Frans mengatakan, angka produksinya tetap tertinggi di Indonesia.

Frans menyampaikan, kedelai tidak mencapai surplus karena merupakan komoditas yang tidak mudah dikembangkan. Kedelai memerlukan kondisi khusus, antara lain tidak terlalu banyak air, tapi juga tidak boleh kekurangan air. “Untuk petani yang belum pengalaman, tetap harus ada pendampingan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan, pemerintah Provinsi Jateng berkomitmen mendorong ketahanan pangan nasional. Berbagai upaya dilakukan, agar produksi komoditas padi bisa mencapai target. Antara lain mengalokasikan APBD untuk infrastruktur pertanian dan penguatan kelembagaan petani.

“Kami ingin petani makin sejahtera dan masyarakat bisa menikmati hasil pertanian dengan harga yang baik. Ketahanan pangan tidak bisa dijaga tanpa kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan petani,” ucapnya beberapa waktu lalu. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *