YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi potensi bencana lewat program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Pada tahun ini Pemkot Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menambah pembentukan SPAB di 7 SD Negeri di Kota Yogyakarta. Melalui SPAB diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan bencana untuk mewujudkan sekolah yang aman, tangguh dan siap menghadapi potensi bencana.
Salah satu kegiatan pembentukan SPAB adalah simulasi bencana. Seperti kegiatan simulasi bencana di SDN Gedongkuning yang menjadi salah satu sekolah sasaran pembentukan SPAB tahun 2026 di Kota Yogyakarta.
Ratusan murid SD Negeri Gedongkuning berhamburan keluar saat suara sirine berbunyi menandakan terjadi gempa bumi. Mereka langsung berlindung di bawah meja. Kemudian dievakuasi keluar gedung sekolah. Sebagian murid mengalami luka-luka. Para guru, kepala sekolah dan lainnya sigap mengevakuasi dan menyelamatkan murid-murid.
Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Data Informasi Komunikasi Kebencanaan BPBD Kota Yogyakarta,Iswari Mahendrarko mengatakan pembentukan SPAB tahun 2026 sudah direncanakan sampai 5 tahun ke depan. Dalam pembentukan SPAB, BPBD Kota Yogyakarta juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta.
“Jadi 2026 ini kita targetnya tujuh SD. Beberapa SD yang kita prioritaskan (SPAB) terlebih dahulu adalah SD-SD yang memang tingkat kerawanan berada di kawasan rawan bencana,” kata Iswari, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Jumat 9 Januari 2026.
