Sebanyak 7 SD Negeri yang menjadi sasaran program SPAB tahun 2026 meliputi SD Negeri Gedongkuning, SD Negeri Gedongtengen, SD Negeri Jetisharjo, SD Negeri Bumijo, SD Negeri Sindurejan, SD Negeri Balirejo, dan SD Negeri Tahunan. Dia menyebut jika sasaran 7 SD tersebut selesai pada 2026, maka tahun ini total sudah menyelesaikan SPAB di 21 SD Negeri.
Iswari menjelaskan pembentukan SPAB dimulai dengan pemberian materi terkait lingkungan sekolah yang aman, terutama sarana prasarananya. Baik itu struktur bangunan, maupun petunjuk arah jalur evakuasi dan titik kumpul. Di samping itu terkait manajemen kesiapsiagaan sekolah dan edukasi seperti pelatihan maupun simulasi bencana yang melibatkan guru sampai murid di sekolah.
“Ketika ada bencana sudah tahu siapa yang melakukan apa, siapa saja yang nanti terlibat. Jadi mereka (sekolah) harus membentuk seperti tim siaga. Kemudian ada edukasi, dalam artian bahwa pelatihan ini diharapkan tidak hanya untuk guru-guru saja tapi juga murid terlibat. Pada hari ini simulasi bencana kita melibatkan anak-anak didik sekolah,” terangnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri Gedongkuning, Wiwin Prihandiningsih menyampaikan tahun ini menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk BPBD Kota Yogyakarta untuk melaksanakan kegiatan SPAB. Pihaknya menyambut baik selama kegiatan SPAB sehingga bisa mendapatkan masukan terkait kesiapsiagaan sekolah menghadapi jika terjadi bencana.
Menurutnya potensi bencana di SD Negeri Gedongkuning adalah gempa bumi dan kebakaran karena sekolah berada di daerah padat penduduk dan lahan tidak luas. SD Negeri Gedongkuning memiliki sekitar 333 murid sehingga harus dilatih kesiapsiagaan bencana.
