Adapun dalam acara tersebut, tali asih diberikan secara simbolis kepada atlet taekwondo berprestasi. Di antaranya peraih medali emas SEA Games yang menerima uang pembinaan sebesar Rp12,5 juta, peraih medali perak SEA Games menerima Rp10 juta, dan peraih medali perunggu SEA Games menerima Rp7,5 juta.
Selain itu, tali asih juga diberikan kepada peraih medali emas, perak, dan perunggu pada gelaran PON Beladiri di Kudus dan Popnas. Tali asih juga diberikan kepada pelatih berprestasi yaitu Indra Darmawan. Ada juga bantuan satu set matras kepada pengurus taekwondo Kabupaten Wonogiri.
“Selamat kepada atlet yang telah mengukir prestasi. Kemudian yang belum juga harus tetap semangat untuk mengejar prestasi. Semakin berprestasi maka semakin berkarakter dan punya sesuatu yang bisa dibanggakan,” ujar Luthfi.
Ketua KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, atlet taekwondo Jawa Tengah memang sangat berprestasi, baik dalam event nasional maupun internasional. Dalam gelaran SEA Games 2025 di Thailand, atlet taekwondo Jateng menyumbangkan 1 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu bagi Indonesia. Sementara pada PON Beladiri, atlet taekwondo menyumbang 4 medali emas, 6 perak, dan 9 perunggu bagi Kontingen Jawa Tengah..
“Kami mengapresiasi kepada pengurus cabor yang sudah bisa secara mandiri memberikan tali asih, seperti Pengprov Taekwondo Jateng ini,” katanya.
