Selain itu, Septi mengungkapkan, sudah dua tahun program jemput bola KTP elektronik dilakukan, namun kurang efektif. Sehingga sejak tahun 2025 Disdukcapil menerapkan strategi by name by address atau pemanggilan langsung dan hasilnya dari 8 persen pengaktifan IKD naik hingga 16 persen dalam 3 bulan.
“Untuk Tahun 2026 Dindukcapil akan tetap menerapkan strategi by name by address untuk aktivasi IKD dan menargetkan 30% aktivasi IKD. Harapannya, predikat kinerja Disdukcapil akan tetap mendapatkan predikat Baik Sekali di tahun ini,” jelas Septi.
Tak hanya itu, Dindukcapil juga tetap melakukan layanan mobile keliling yang akan terus beroperasi. Namun mobile keliling ini dikhususkan untuk lansia, disabilitas, serta ODGJ.
“Petugas bahkan mendatangi rumah untuk perekaman KTP demi memastikan warga dapat memperoleh hak bantuan sosial. Ini adalah wujud pemerintah hadir di tengah masyarakat. Sehingga, masyarakat dapat terbantu dan merasakan manfaat dari layanan kami,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga Ngampilan, Marhadiyati Sri Lestari mengungkapkan, saat melakukan kunjungan ke Dindukcapil Kota Yogyakarta berdasarkan undangan yang diberikan oleh Dindukcapil Kota Yogyakarta melalui email untuk mengaktifkan IKD miliknya. “Kesini karena kami mendapat undangan aktivasi IKD. Sampai sini pelayanan pembuatan IKD ini cepat ya, dan lokasinya nyaman,” ungkapnya. (*)
