MAGELANG, Cakram.net – Langkah konkret membangun ekosistem pariwisata terpadu di kawasan Candi Borobudur terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan pengelola kawasan menargetkan pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata yang signifikan hingga 2029.
Hal ini mengemuka dalam kunjungan lapangan Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Sabtu 18 April 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan destinasi super prioritas nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera mengatakan pengelolaan pariwisata Borobudur saat ini sudah menunjukkan perkembangan positif, namun masih perlu ditingkatkan secara menyeluruh. “Kunjungan ini merupakan yang pertama secara resmi, dan kami berharap setelah diskusi ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat melalui optimalisasi sektor pariwisata,” ujar Dida, dilansir dari beritamagelang.id, Minggu 19 April 2026.
Ia menekankan pentingnya integrasi antar sektor dalam pengelolaan kawasan. Ia menyebut, pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada destinasi utama, tetapi juga harus didukung oleh ekosistem yang lengkap, mulai dari akomodasi seperti homestay, produk oleh-oleh khas Magelang, hingga penguatan sektor seni dan budaya. “Program kunjungan wisata perlu diperluas, tidak hanya pagi dan sore, tetapi juga hingga malam hari dengan konsep yang terintegrasi,” kata Dida.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menyambut baik upaya kolaborasi yang dibangun antara pemerintah pusat dan daerah. Ia berharap sinergi ini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.
