UNGARAN, Cakram.net – Sejumlah sumber mata air yang dikelola Perumda Air Minum Tirta Bumi Serasi Kabupaten Semarang mulai mengalami penurunan debit seiring masuknya awal musim kemarau. Meski demikian, pihak manajemen memastikan distribusi air bersih ke pelanggan sejauh ini masih dalam kondisi aman.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Bumi Serasi, Guswakhid Hidayat, mengungkapkan penurunan debit tersebut masih dalam kategori wajar dan belum mengganggu sistem penyaluran air secara umum. “Memang ada penurunan debit, tapi berkurangnya sedikit dan masih terhitung aman,” ujar Guswakhid saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat 24 April 2026.
Menurut Guswakhid, sekitar 90 persen pelanggan saat ini telah menikmati layanan air mengalir selama 24 jam penuh. Sementara sisanya, durasi pengaliran berada di kisaran 22 jam. Area yang belum terjangkau layanan PDAM, seperti di Kecamatan Bancak dan Bringin, masyarakat setempat masih mengandalkan sumber mata air mandiri.
Salah satu wilayah yang mengalami penurunan debit mata air berada di kawasan Getasan, tepatnya di lereng Gunung Merbabu. “Namun sekali lagi, ini tidak memengaruhi distribusi. Rata-rata kebutuhan pelanggan mencapai 16 meter kubik per bulan, dan banyak pula pelanggan yang memiliki sumber air alternatif lain,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Guswakhid mengimbau para pelanggan untuk memiliki tandon air di rumah masing-masing. Walaupun distribusi berjalan 24 jam, gangguan teknis pada mesin pompa bisa terjadi sewaktu-waktu.
