Pemkab Purbalingga, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan atlet disabilitas. Pembangunan daerah, menurutnya, tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan membangun kualitas sumber daya manusia tanpa terkecuali.
Ketua SOIna Kabupaten Purbalingga yang baru dilantik, Tenny Juliawati, menyampaikan organisasi ini menjadi wadah bagi anak-anak dengan keterbatasan intelektual yang memiliki bakat dan potensi. “Ini adalah amanah besar. Kami tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus bergandengan tangan dengan seluruh pengurus dan pihak terkait untuk mendukung anak-anak bertalenta ini,” ujarnya.
Berdasarkan data, di Kabupaten Purbalingga terdapat sekitar 9.581 penyandang disabilitas dari berbagai klasifikasi. Sementara data SOIna tahun 2022 mencatat sedikitnya 235 anak bertalenta khusus, termasuk di antaranya penyandang tuna grahita dan down syndrome.
Ia menambahkan, prestasi SOIna Purbalingga bukan hal baru. Di tingkat provinsi maupun nasional, para atlet telah menunjukkan capaian membanggakan, termasuk dalam ajang olahraga tingkat Jawa Tengah dan nasional.
“Ke depan, SOIna Purbalingga akan memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, baik yang masih bersekolah maupun yang sudah lulus, agar memiliki ruang aktivitas, kepercayaan diri, serta kesempatan berkembang,” kata dia.
