Ribuan Suspek Campak Ditemukan, Pemprov Jateng Galakkan Imunisasi dan Deteksi Dini

Ditambahkan, upaya menggalakkan imunisasi campak dilakukan serentak bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota. Tujuannya agar tidak semakin menyebar atau mewabah.

Di tengah tinjauannya itu, Luthfi juga berpesan kepada masyarakat yang memiliki anak, agar segera melengkapi vaksinnya. Masyarakat juga diminta lebih memperhatikan gejala-gejala yang ditemukan pada anak, termasuk melakukan upaya-upaya pencegahan. Misalnya, apabila menemukan ciri-ciri ruam merah dan demam, maka diminta segera diperiksakan ke dokter atau Puskesmas terdekat. “Pencegahan harus masif, dan harus punya pola hidup sehat dan makanan yang bergizi,” jelasnya.

Adapun untuk mengakselerasi imunisasi campak, Pemprov Jateng akan mengintegrasikan dengan program dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang telah menjangkau sampai ke desa-desa. “Campak ini menjadi prioritas utama, termasuk penyakit lain seperti tuberkulosis (TBC) yang juga masuk prioritas nasional. Harapannya masyarakat sehat,” papar Luthfi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jateng, Heri Purnomo mengatakan, suspek campak banyak ditemukan rata-rata pada anak-anak. Namun, ada juga usia dewasa yang kondisi imunitas rendah juga bisa terkena.

“Pencegahan paling penting imunisasi, terus kalau sakit pakai masker, isolasi, dan jaga jarak. Juga pola hidup sehat dan makanan yang meningkatkan imunitas,” ujarnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *