“Daya saing tidak bisa berdiri sendiri. Perlu kolaborasi antarwilayah sehingga saling mendukung potensi masing-masing daerah,” ujarnya.
Sebagai informasi, pengukuran IDSD dilakukan melalui 12 pilar utama, antara lain institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi, stabilitas ekonomi makro, kesehatan, keterampilan tenaga kerja, hingga inovasi.
Secara nasional, indeks daya saing berada di angka 3,50. Provinsi Jawa Tengah mencatat skor 3,87. Adapun peringkat teratas ditempati Kota Surakarta dengan skor 4,43; Kota Semarang 4,37, dan Kota Magelang dengan skor 4,29. (rls)
Halaman: 1 2
