Sejumlah jamaah yang berada di sekitar lokasi tampak ikut terharu menyaksikan momen tersebut.
Kisah itu disampaikan dr. Nana Condro W, salah seorang petugas KBIHU Istiqomah Ungaran, kepada redaksi Cakram.net.
“Jarak ribuan kilometer dan waktu yang memisahkan puluhan tahun, atas izin Allah akhirnya dipertemukan kembali di Padang Arafah,” ujar Nana dalam keterangannya.
Bagi umat Islam, Jabal Rahmah bukan sekadar bukit batu di tengah Padang Arafah. Tempat itu menjadi simbol perjumpaan dan kasih sayang.
Di tengah jutaan jamaah haji dari berbagai negara yang berkumpul untuk wukuf, dua saudari yang tak pernah bertemu selama lebih dari setengah abad justru dipertemukan di tempat yang diyakini sebagai lokasi pertemuan manusia pertama.
Bagi sebagian orang, haji adalah perjalanan spiritual menuju kedekatan dengan Tuhan. Namun bagi dua perempuan itu, Arafah juga menjadi ruang yang mempertemukan kembali ikatan keluarga yang lama terpisah.(*)
