Pameran Abhirama Ranggawarsita, Gali Jejak Pangan Nusantara demi Ketahanan Lokal

Restu menekankan pentingnya mengenalkan kekayaan tersebut, kepada generasi muda. Menurutnya, museum bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi etalase peradaban, menunjukkan bagaimana bangsa Indonesia sejak dulu mengelola, melestarikan, dan mengembangkan sumber pangan lokal.

“Kalau kita mampu memanfaatkan sumber pangan di sekitar, seharusnya itu bisa menjadi unggulan. Tidak perlu bergantung pada impor,” tambahnya.

Senada, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyampaikan, pameran itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan, yang juga digelar di sejumlah museum lain, baik di Jawa Tengah maupun secara nasional. “Setiap museum memiliki tema tersendiri, dan untuk tahun ini isu pangan sangat penting, sejalan dengan upaya ketahanan pangan 2026 dan arah menuju ekonomi syariah, serta pariwisata berkelanjutan di 2027,” jelasnya.

Ditambahkan, kolaborasi antara kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, menjadi kunci dalam mendorong kemajuan daerah. Pameran tersebut diharapkan tidak hanya memberi edukasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal.

“Abhirama Ranggawarsita ini diharapkan mampu menginspirasi pelajar, pelaku budaya, hingga pelaku usaha, untuk mengembangkan sumber pangan lokal menjadi kekuatan ekonomi, sekaligus sarana pendidikan karakter,” pungkas Hanung.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *