Beromzet Rp800 Juta, UMKM Hiasan Dinding Boyolali Tembus Pasar Eropa dan Timur Tengah

Tantangan terberat dirasakan pada masa-masa awal usaha. Modal tabungan puluhan juta rupiah sempat terkuras, untuk membeli mesin yang belum menghasilkan keuntungan. Bahkan selama berbulan-bulan, pendapatan sangat minim, hingga rekan kerjanya hanya mampu diberi upah sekitar Rp50 ribu per minggu.

“Namun, saya terus berupaya agar usaha ini tetap jalan. Mengikuti pelatihan marketplace menjadi titik balik perkembangan usaha. Dari semula hanya menjual kaligrafi, Kreasi Kayukuu mulai merambah dekorasi pernikahan, ulang tahun, hingga berbagai produk custom lain” ungkapnya.

Kini, Kreasi Kayukuu memproduksi beragam dekorasi berbahan plywood, akrilik, kertas, dan kayu pinus. Dari empat bahan utama tersebut lahir hampir 600 jenis produk, yang sebagian besar dibuat secara kustom sesuai kebutuhan pelanggan. Pasarnya pun terus meluas. Selain menjangkau seluruh Indonesia melalui marketplace, produk Kreasi Kayukuu telah dikirim ke sekitar 24 negara, termasuk sejumlah negara di Eropa dan Timur Tengah.

“Produk yang paling banyak diminati berupa hiasan dinding untuk rumah, kantor, hingga musala,” jelas Fatta.

Perkembangan usaha tersebut berdampak pada peningkatan kapasitas produksi, dan penyerapan tenaga kerja. Dari yang semula hanya dijalankan dua orang, kini Kreasi Kayukuu telah memberdayakan lebih dari 50 pekerja. “Omzet usaha pun mencapai rata-rata Rp700 juta hingga Rp800 juta per bulan,” terangnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *